Kelanjutan AISA setelah Auto Reject Atas (ARA)

Kejatuhan harga AISA mulai akhir Mei 2017 lalu karena penjualan Beras AISA yang menurun, di tambah lagi dengan Kasus dugaan Pemalsuan beras salah satu anak usahanya, PT IBU, pada bulan Juli 2017 lalu. Hingga akhirnya AISA memutuskan untuk melepas Divisi bisnis berasnya (divestasi)

Menurut catatan Notulasi Public Expose AISA ( https://goo.gl/jkTg1Z ) tanggal 19 Desember 2017, banyak permasalahan anak usahanya yang belum selesai,  mulai dari tidak di setujui oleh Pemegang Obligasi divestasi Usaha berasnya, turunnya Rating Bond dari A sampai ke BB+ di tambah lagi dengan catatan Pefindo (Pemeringkat Efek Indonesia) “Credit Watch with Negative Implication”, re-financing Bond nya, sampai permasalahan lalu mengenai GOLL yang mana pembayaran Piutangnya belum sepenuhnya di bayarkan oleh JOM Prawarsa.

Satu-satunya sentimen positif dari AISA hanya bisnis produksi Makanan dan Minuman yang masih berjalan dengan baik. Jika permasalahan penjualan divisi beras dan Piutang dari penjualan GOLL sudah terbayarkan, rasio hutang AISA akan berkurang cukup drastis. (“positifnya adalah apabila aset ini dilepas oleh TPSF Tbk seketika juga hutang TPSF Tbk akan turun sebanyak Rp. 1,2 Trilyun dan uang nya akan digunakan untuk membayar obligasi kira- Rp. 1 Trilyun, jadi hutang TPSF Tbk akan berkurang Rp. 2,2 Trilyun.”)

Hari ini harganya naik tinggi hingga mengenai batasan Auto Reject Atas (ARA), apakah berarti permasalahan yang di atas sudah selesai semua? Kita belum tau pasti jawabannya, jadi kita hanya bisa melihatnya dari sisi Analisa Teknikal.

Weekly Chart AISA, Trading Range saat ini 470-640, 640-865, 865-1000

Apa masih bisa Buy Besoknya? Jika berhasil Break Out 640+, peluang menuju ke 865 cukup menjanjikan. Yang belum Buy, boleh tunggu ketika Break Out 640+, atau tunggu “Euphoria Kenaikan ARA” agak reda. Cut Loss jika turun lagi di bawah 550. High Risk High Gain. Saya hanya berharap kenaikannya bukan “Bear Trap”