Mampukah SMGR bangkit kembali seperti masa kejayaannya di tahun 2013?

  1. SMGR, kejatuhan Emiten Big Caps Blue Chip ini tak lain dimulai sejak awal Jan 2015, ketika pemerintah menetapkan harga Semen turun Rp 3000 per sak, di tambah lagi dengan Supply > Demand, harga bahan baku yang meningkat, tuntutan hukum pembangunan pabrik Semen dan sebagainya.
  2. Laporan Keuangan FY2017 belum keluar, namun beberapa berita positif yang di beritakan akhir-akhir ini adalah: Pertama, Penjualan Semen Indonesia Year to Year Desember 2017 naik 8.1%. Kedua, Volume Penjualan 2017 vs 2016 naik 10.2%, Ketiga, ekspor dua anak usahanya Semen Padang dan Semen Tonasa naik +212% 2017 vs 2016. Keempat, penjualan Domsestik Year On Year Jan 2018 naik 7%. Walaupun masih sulit, ada kemungkinan Bisnisnya di tahun 2018 ini mengalami perbaikan dan bisa jadi di tahun 2020 bisa mengulang kejayaannya seperti tahun 2013 lalu yang membuat harga sahamnya membuat All Time High di 19150.
  3. Secara Teknikal, mari kita lihat Monthly Chart SMGR. Kita pakai Monthly chart, karena kita mau cari “Cuan Lebar / Huge Profit”

    Figure 1: Monthly Chart SMGR: Trading Range saat ini di 9950-11700
  4. Untuk bulan-bulan selanjutnya, jika sampai bulan Maret 2018 mendatang SMGR berhasil Break Out Resistance 11875 dan bertahan di atas 11700, maka peluang mencapai Target Price 13500 dan 14500 cukup lebar. Kalau menggunakan Fibonacci Retracements ada di 13125 dan 14550.