IHSG dan Naiknya peringkat Utang RI oleh Moody

Seperti diketahui, pada Jumat, 13 April 2018 ada kabar baik di mana Lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service (Moody’s) menaikkan Long Term, Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari Baa3 dengan Outlook Positif menjadi Baa2 dengan Outlook Stabil. Kenaikan ini di dasarkan pada kerangka kebijakan yang kredibel dan efektif yang dinilai kondusif bagi stabilitas makroekonomi. (Sumber: https://aw2dy.app.goo.gl/XktS )

Apakah dengan naiknya peringkat Utang RI, IHSG akan melanjutkan kenaikannya? Banyak berita mengatakan, akan ada banyak dana asing yang mengalir dengan naiknya peringkat tersebut. Bisa saja hal itu terjadi, tetapi jangan terlalu bergembira dulu, perjuangan untuk mencapai Rating High Grade masih panjang. Credit Rating kita masih kalah jika di bandingkan dengan Malaysia. Kita lihat dulu kriteria peringkat Kredit dari Moody’s:


Figure 1: Tingkat Kredit Rating

Tanggal 18 Jan 2012, Moody memberikan peringkat Baa3 dengan Outlook Stabil, enam tahun tiga bulan kemudian baru kita mendapatkan Upgrade ke Baa2 dengan Outlook Stabil.
Malaysia mendapatkan Rating Baa2 dengan Outlook Stabil pada tanggal 17 Oktober 2000; terakhir Malaysia sudah mendapatkan Rating A3 dengan Outlook Stabil pada tanggal 11 Jan 2016.

Jadi dalam enam tahun perbaikan Credit Rating Malaysia lebih cepat 2 tingkat daripada Indonesia. Kita jangan berkecil hati, negara Indonesia jauh lebih Kaya Raya daripada Malaysia, tetap semangat, dan penulis percaya bahwa pada tahun 2050, Indonesia akan menjadi “Top 4 Emerging Markets” yang akan mendomindasi Ekonomi Dunia seperti analisa dari https://www.pwc.com/gx/en/issues/economy/the-world-in-2050.html. Bagaimana dengan IHSG di 2050? Hmm, harusnya ada di 60.000 🙂 . Mari tetap semangat Berinvestasi di Pasar Modal Kita yang tercinta demi Kesejahteraan anak dan cucu kita.