Detail Info Terkini

Astra Group Dikabarkan akan Tambah Porsi Saham ARKO

02 Agustus 2022 | Kategori : Saham

Head of Corporate Communication Astra International, Boy Kelana Soebroto menolak memberi komentar soal kabar tersebut. “”Saat ini kami belum bisa memberikan komentar terkait hal tersebut,” ujar Boy melalui pesan singkat kepada investor.id.

Sebelumnya, Astra dikabarkan telah mengantongi saham ARKO melalui penjatahan saat IPO. Namun manajemen ARKO menolak berkomentar soal kabar tersebut. Termasuk, soal kabar rencana penambahan kepemilikan oleh Astra. “Untuk saat ini, dua kabar itu belum bisa berkomentari,” ujar sumber internal ARKO, singkat.

Sejauh ini, Grup Astra terus memperkuat bisnisnya pada sejumlah lini. Saat media visit ke BeritaSatu Media Holdings belum lama ini, Presdir Astra International (ASII), Djony Bunarto Tjondro mengatakan, ASII terbuka peluang menggarap bisnis baru yang potensial di sejumlah sektor seperti kesehatan, bisnis jasa keuangan, logistik, maupun energi baru terbarukan.

Sayaratnya target-target baru ini harus bis memperkuat bisnis eksisting Grup Astra. Sebagaimana diketahui, lewat sejumlah anak usaha, Astra Group dikenal andal di sejumlah divisi seperti otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi (batu bara), agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, serta properti.

Menurut Djony, keputusan terkait pengembangan anorganik didasarlam pada sejumlah pertimbangan matang. Selain sektor usaha yang dibidik harus sejalan dengan visi dan misi jangka panjang Astra Group, juga harus dipastikan Astra bisa langsung berkontribusi mengembangkan bisnis tersebut. Tidak kalah penting, kultur bisnis perusahaan yang bersangkutan ikut menjadi pertimbangan.

Pasca IPO, manajemen ARKO berkomitmen terus memperkuat bisnis perusahaan, dengan menggarap potensi bisa energi terbarukan yang sangat besar. Presiden Direktur Arkora Hydro, Aldo Artoko mengatakan, sebagai perusahaan yang fokus pada pengembangan dan pengoperasian PLTA, Arkora siap memberikan kontribusi optimal bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Terutama menggarap potensi PLTA dari aliran sungai langsung (run-of-river).

Sejauh ini Arkora Hydro sudah mengoperasikan dua PLTA sebesar 17,4 megawatt (MW) di Jawa Barat dan Sulawesi Tengah. Arkora juga sedang melakukan pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 10 MW di Sulawesi Tengah-2 dengan target commisioning date pada kuartal I-2023 dan pembangkit 5,4 MW di Lampung, Sumatera, dengan target commissioning date pada kuartal IV-2024.

Sejalan dengan isu prioritas Presidensi G20 soal transisi energi, PLN telah menyelenggarakan penandatanganan kerja sama strategis dengan sejumlah perusahaan energi dalam kaitannya dengan upaya menuju Karbon Netral 2060. Anak usaha Arkora Hydro, PT Arkora Energi Baru termasuk salah satu perusahaan yang menandatangani kesepakatan jual-beli listrik (Power Purchasing Agreement/PPA) untuk PLTM Kukusan 2.

Pembelian listrik dari PLTM Kukusan 2 akan dilakukan PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung. “Penandatanganan PPA ini merupakan komitmen jangka panjang kami untuk terus membangun pembangkit listrik tenaga air yang merupakan bagian penting dari energi baru terbarukan,” kata Aldo Artoko dalam konfrensi pers yang digelar secara virtual, baru-baru ini.

Arkora Hydro juga terus aktif mengembangkan potensi-potensi tenaga air baik secara organik maupun inorganik. Proyek-proyek Arkora Hydro didukung oleh konsorsium keuangan ternama dan lembaga multilateral yang diakui secara global, yaitu Indonesia Infrastructure Finance (IIF). IIF merupakan anak Perusahaan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), International Finance Corporation (IFC) dan Asian Development Bank (ADB), KfW Development Bank, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).


Bagikan  
  18
0  Komentar

Beri Komentar & Nilai Artikel ini.

Email anda tidak akan ditampilkan

   Hubungi Kami