Detail Info Terkini

Mengenal Tipe-tipe Profil Risiko Investor, yang Manakah Anda?

10 Mei 2022 | Kategori : Investasi

Semua orang memiliki toleransi terhadap risiko saat berinvestasi berbeda-beda. Hal ini kemudian dirangkum dalam profil risiko investor, ada yang memiliki toleransi rendah dan ada juga tinggi. 

 

Apapun investasinya profil risiko turut menjadi faktor penting dalam pemilihan. Jadi bagi Anda yang masih pemula dalam investasi wajib mempelajari soal profil risiko ini. Setidaknya ada empat tipe yang bisa Anda kenali. 

 

Empat Tipe Profil Risiko Investor yang Wajib Diketahui 

 

Pengertian dari profil risiko ini adalah indikator supaya mengetahui seberapa jauh toleransi investor terhadap risiko. Misalnya saja ketika Anda memilih instrumen saham, maka dari profil risiko ini Anda akan tahu potensi kerugian yang didapatkan dari volatilitas instrumen tersebut. 

 

Beberapa tipe profil risiko investor yang dimaksud ini adalah sebagai berikut:

 

1. Tipe Konservatif 

 

Disebut juga tipe yang menghindari risiko karena tingkat risiko yang dihasilkan sangatlah rendah. Jika Anda adalah orang yang lebih suka di tingkat aman dengan return stabil maka Anda termasuk pada tipe ini. Khususnya ketika takut bahwa nilai pokok berkurang. 

 

Hasil investasi yang diperoleh pun secara berkala yakni selama 1 hingga 3 tahunan. Jenis instrumen investasi yang dipilih pun biasanya adalah obligasi atau saham. Untuk tahu secara lebih lanjut, Anda bisa cek profil risiko investasi ini sesuai dengan instrumen yang diminati. 

 

2. Tipe Sangat Konservatif 

 

Pada tipe yang kedua, investor sama sekali tidak memikirkan keuntungan besar melainkan nilai pokok yang tetap utuh di akhir investasi. Jadi meskipun ada penawaran investasi saham dengan return tinggi tidak akan terlalu tertarik. Waktu investasinya juga cenderung singkat yaitu hanya satu tahun. 

 

Apabila Anda termasuk profil risiko investor ini maka sifat seperti tidak bisa toleransi terhadap kerugian nilai pokok sudah pasti dimiliki. Biasanya jenis investasi yang akan dipilih seperti deposito atau reksadana pasar uang. Kedua investasi ini tidak memiliki risiko kehilangan dana pokok dan bisa dicairkan kapan saja. 

 

3. Tipe Moderat 

 

Waktu investasi yang dipilih dalam tipe ini cukup panjang yakni 3 sampai 4 tahunan. Tujuan investor tidak lain adalah memperoleh keuntungan berkala supaya memiliki pertumbuhan modal dari jangka menengah hingga panjang. Investor juga akan selektif dalam memilih instrumen investasi yang aman. 

 

Contoh profil risiko dari tipe ini misalnya untuk investasi reksadana campuran atau pendapatan tetap. Investor juga tidak akan mencairkan investasi ketika terjadi penurunan nilai dan hanya akan memonitoring saja. 

 

4. Tipe Agresif 

 

Terakhir adalah investor yang tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai pokok agar maksimal. Jangka waktu yang dipilih juga lebih panjang yakni mulai dari 4 tahun. Mereka juga tidak akan mencairkan investasi ketika terjadi penurunan atau merugi. 

 

Anda yang sudah berpengalaman dan berani mengambil risiko, bisa jadi merupakan tipe ini. Biasanya Anda terbiasa dengan fluktuasi harga yang ekstrim dan tidak ragi menaruh investasi dengan risiko tinggi seperti reksadana saham. 

 

Masih bingung Anda termasuk profil yang mana? Alternatif cara mengeceknya bisa dengan menyesuaikan usia, pendapatan, tanggungan dan pengetahuan soal investasi yang dimiliki. Selain itu bisa juga dengan memanfaatkan kalkulator profil risiko. 

 

Memanfaatkan alat bantu ini akan membantu Anda dalam menemukan instrumen investasi sesuai. Tujuannya tentu saja supaya tujuan keuangan dapat tercapai. Kenali profil risiko investor Anda sejak dini karena hal ini berlaku bagi semua investor. Anda akan lebih mudah menemukan instrumen investasi yang sesuai. 


Bagikan  
  59
3  Komentar

Beri Komentar & Nilai Artikel ini.

Email anda tidak akan ditampilkan

Dzaky Ramadani1 bulan yang lalu

Otw profit lagii

romi1 bulan yang lalu

bermanfaat

marjan1 bulan yang lalu

menarique

   Hubungi Kami