Detail Info Terkini

HDIT Melonjak, Ada Apa ?

05 September 2022 | Kategori : Saham


Penguatan saham HDIT ini terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis. IHSG menguat 0,31 persen ke posisi 7.175,27. Indeks LQ45 bertambah 0,27 persen ke posisi 1.019,6. Seluruh indeks acuan menghijau. Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.207,61 dan terendah 7.159,37.

Sebanyak 257 saham menguat sehingga angkat IHSG. 233 saham melemah dan 202 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 804.811 kali dengan volume perdagangan 16,3 miliar saham. Nilai transaksi Rp 7,2 triliun.

Mayoritas sektor saham menghijau. Indeks sektor saham IDXenergy melonjak 1,47 persen, dan pimpin penguatan. Diikuti indeks sektor saham IDXbasic menanjak 1,16 persen dan indeks sektor saham IDXindustry bertambah 0,93 persen.

Adapun penguatan saham HDIT ini telah berlangsung dua hari. Pada 1 September 2022, saham HDIT melambung 34,78 persen ke posisi Rp 93 per saham. Saham HDIT berada di level tertinggi Rp 93 dan terendah Rp 69 per saham. Total volume perdagangan 310.409.900 saham. Nilai transaksi Rp 27,2 miliar. Total frekuensi perdagangan 21.028 kali.

Namun, selama 2022, saham Hensel Davest Indonesia turun 72,65 persen. Saham HDIT berada di posisi Rp 93 per saham. Saham HDIT berada di level tertinggi Rp 342 dan terendah Rp 67 per saham. Total volume perdaangan 989.467.300 saham dengan nilai transaksi Rp 96,2 miliar. Total frekuensi perdagangan 89.665 kali.

erkait kinerja keuangan, perseroan yang bergerak di usaha pengembangan aplikasi perdagangan dan distribusi produk digital ini mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 2,11 miliar pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 5,72 miliar.

Perseroan cetak laba tersebut didukung kenaikan penjualan bersih sebesar  49,95 persen. Penjualan bersih perseroan tercatat Rp 1,85 triliun pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,23 triliun.

Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp 1,83 triliun pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,23 triliun. Laba kotor naik 255,3 persen menjadi Rp 15,99 miliar pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,50 miliar.

Beban usaha naik menjadi Rp 12,8 miliar pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 8,9 miliar. Perseroan mencatat laba per saham yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 1,39 pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 5,28.

Total ekuitas naik menjadi Rp 355,86 miliar pada semester I 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 464,6 miliar. Perseroan mencatat liabilitas Rp 11,8 miliar pada semester I 2022. Total aset perseroan turun menjadi Rp 367,67 miliar pada Juni 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 464,6 miliar. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 531,91 juta pada 30 Juni 2022.


Bagikan  
  74
0  Komentar

Beri Komentar & Nilai Artikel ini.

Email anda tidak akan ditampilkan

   Hubungi Kami