Detail Info Terkini

Kritis! Keuangan Pengelola RS Mayapada (SRAJ) Tekor Rp36,41 Miliar di Kuartal III-2022

23 November 2022 | Kategori : Saham

Kondisi keuangan perusahaan pengelola Rumah Sakit Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) dalam kondisi yang cukup kritis di kuartal III-2022. Hal in tercermin dari torehan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp36,41 miliar. Memburuk dari periode sama tahun 2021 yang tercatat laba Rp222,02 miliar.

 

Merujuk data laporan keuangan SRAJ yang dikutip, Selasa (22/11/2022) termaktub bahwa pendapatan turun menjadi Rp1,4o triliun per 30 September 2022 dibandingkan periode sma tahun sebelumnya Rp1,54 triliun.

 

 

Sayangnya, untuk periode ini beban langsung malah bengkak jadi Rp987,81 miliar dari Rp923,74 miliar. Sehingga laba bruto SRAJ tersisa Rp412,33 miliar turun dari Rp620,84 miliar.

 

KOndisi keuangan perseroan diperparah dengan beban penjualan yang naik jadi Rp14,54 miliar dari Rp10,09 miliar, lalu  beban umum dan administrasi juga bengkak jadi Rp391,94 miliar dari Rp333,93 miliar.

 

Sehingga laba usaha tersisa Rp5,84 miliar terjun dari sebelumnya Rp276,80 miliar. Nahasnya perseroan masih menanggung beban bunga Rp52,07 miliar. Sehingga rugi sebelum pajak sudah tercatat Rp34,09 miliar dari sebelumnya laba Rp233,18 miliar.

 

Dari sisi aset, perseroan masih tercatat memilikinya sebesar Rp4,79 triliun, turun dari periode 31 Desember 2021 yang tercatat Rp4,87 triliun, Hal ini karena total liabilitas SRAJ turun jadi Rp2,90 triliun dari Rp2,94 triliun dan ekuitas juga turun jadi Rp1,89 triliun dari Rp1,92 triliun.

 

Adapun arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat senilai Rp41,99 miliar. Padahal pos ini pada periode 9 bulan tahun lalu mencatatkan kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi senilai Rp176,26 miliar. 

 

Hal ini karena penerimaan kas dari pasien turun jadi Rp1,36 triliun dari Rp1,43 triliun, pembayaran kas kepada pemasok bengkak jadi Rp735,65 miliar dari Rp720,39 miliar dan pembayaran kas kepada karyawan bengkak jadi Rp624,61 miliar dari Rp474,21 miliar.


Bagikan  
  29
0  Komentar

Beri Komentar & Nilai Artikel ini.

Email anda tidak akan ditampilkan

   Hubungi Kami