Detail Info Terkini

Apa Perbedaan Investasi Saham dan Reksadana Saham? Cek Di Sini

29 Juni 2022 | Kategori : Investasi

Investor pemula masih kerap salah dalam mengartikan investasi saham langsung dengan reksadana. Padahal perbedaan investasi saham dan reksadana saham adalah hal dasar yang wajib diketahui sebelum memulai. 

 

Meskipun keduanya sama-sama jenis instrumen investasi yang ada di pasar modal, namun cara pengelolaan sampai dengan imbal hasil yang diperoleh berbeda. Begitu juga dengan jumlah modal yang diperlukan. Seperti apa perbedaannya, simak penjelasannya hingga akhir. 

 

7 Faktor yang Membedakan Investasi Saham dan Reksadana Saham

 

Ketertarikan utama banyak orang memilih saham untuk investasi tidak lain adalah imbal hasil yang diberikan cukup tinggi. Inilah yang merupakan ciri khas sama dari investasi saham secara langsung dan di reksadana. 

 

Pengertian investasi saham langsung adalah Anda sebagai investor akan membeli saham perusahaan langsung di pasar modal. Sedangkan pada reksadana saham merupakan wadah untuk mengumpulkan investor yang tertarik membeli saham. Manajer Investasi-lah yang akan mengelola dana tersebut 

 

Meninjau pengertian dari masing-masing investasi tersebut, maka ada beberapa perbedaan investasi saham dan reksadana saham sebagai berikut ini. 

 

1. Perbedaan dari Segi Pengelolaan Dana 

 

Pada investasi saham langsung, investor bertanggung jawab dalam mengelola dana yang mereka miliki. Biasanya investor pemula akan berkonsultasi dengan broker atau pialang sebelum membeli atau menjual sahamnya. Penting untuk melakukan konsultasi sebelum jual beli demi menghindari kerugian dengan imbal hasil maksimal. 

 

Pengelolaan reksadana saham ini dilakukan oleh perusahaan penyedia reksadana yang memiliki Manajer Investasi. Biasanya Manajer Investasi dipilih dari tim profesional yang akan membagi dana investor ke beberapa aset. Khusus reksadana saham 80% akan digunakan pada aset saham dan 20% lainnya ke instrumen lain. 

 

2. Imbal Hasil 

 

Perbedaan investasi saham dan reksadana saham yang selanjutnya bisa dilihat dari imbal hasil yang diperoleh. Imbal hasil investasi saham memiliki kesempatan yang lebih tinggi karena dipengaruhi beberapa faktor. Pertama tidak ada biaya fee pada online trading yang mencapai 0,3%. Kedua adalah Anda yang menentukan investasi sendiri jadi tahu mana peluang terbaik untuk dipilih. 

 

Imbal hasil dari reksadana saham sendiri akan berkurang karena adanya potongan agen pengelolaannya. Selain itu ketika melakukan penarikan dana juga terdapat potongan. Nominal potongannya sendiri tergantung dengan perusahaan aset manajemen yang telah Anda pilih.  

 

3. Risiko Investasi 

 

Sama-sama memiliki risiko yang tinggi, namun ada perbedaan investasi saham dan reksadana saham soal risiko yang perlu diperhatikan. Investor saham langsung berisiko lebih tinggi karena semua keputusan dilakukan sendiri. Kebangkrutan bisa terjadi ketika salah membeli saham atau kurang paham dengan teknik atau strateginya. 

 

Pada reksadana saham, risiko tetap ada namun lebih minim mengingat keputusan yang diambil tidak sendiri. Anda akan dibantu oleh Manajer Investasi dalam menganalisa dan menentukan produk mana yang sebaiknya dibeli. Begitu juga dengan pengelolaan yang biasanya menerapkan diversifikasi sehingga bisa meminimalisir kerugian. 

 

4. Minimal Nominal Investasi

 

Bagi Anda yang sudah memiliki modal besar sampai jutaan rupiah maka bisa langsung terjun untuk investasi saham. Penting untuk diperhatikan soal ini, bagi pemula sebaiknya hindari menggunakan lebih dari 5% kekayaan agar tidak rugi. Jika ingin terus berinvestasi sebaiknya lakukan dengan berkala menggunakan sistem top up

 

Modal investasi reksadana saham lebih minim karena banyak perusahaan aset manajemen yang menawarkan mulai dari ratusan ribu rupiah saja. Mengingat nominalnya yang cukup sedikit tentu jumlah imbal hasil akan menyesuaikan. Jadi jika ditanya lebih menguntungkan reksadana atau saham tetap tergantung modalnya. 

 

5. Pajak

 

Perbedaan investasi saham dan reksadana saham yang kelima adalah soal pajak. Semua investasi dan aset selalu dikenai pajak, namun ada yang berbeda di sini. Investasi saham langsung akan dikenakan pajak 0,1% dari setiap penjualan. Selain itu ada juga pajak 10% jika Anda memperoleh deviden. 

 

Berbeda dengan reksadana saham yang bebas pajak. Tidak hanya berlaku pada reksadana saham tetapi juga jenis reksadana yang lainnya. Hal yang perlu dilakukan investor adalah melaporkan keuntungan reksadana yang diperoleh pada laporan SPT Tahunan saja. 

 

6. Pencairan Dana 

 

Proses pencairan dana pada investasi saham langsung bisa dilakukan kapan saja dan leluasa. Tidak perlu waktu karena Anda bisa melakukannya sendiri tanpa pihak ketiga. Jadi waktu pencairan akan lebih cepat dan langsung masuk ke rekening. 

 

Reksadana saham membutuhkan waktu dalam pencarian dana. Bisa beberapa hari tergantung dengan peraturan dan ketersediaan agen pengelolanya. Rata-rata membutuhkan waktu 5 hari kerja sampai uang masuk ke rekening Anda. 

 

7. Pemilihan Saham 

 

Perbedaan terakhir yang bisa dicermati adalah pemilihan saham yang ingin dimiliki. Anda yang berinvestasi langsung bisa menentukan mana saham yang ingin dibeli langsung. Tanpa harus menunggu dari pihak ketiga. Selama Anda menemukan saham yang memiliki potensi langsung bisa membeli atau menjualnya. 

 

Investor di reksadana saham memiliki keterbatasan dalam memilih saham karena perusahaan manajemen aset akan mengelolanya. Jadi keterbatasan ini bisa jadi hambatan ketika investor menemukan saham yang memiliki potensi menguntungkan. 

 

Setelah mengetahui perbedaan investasi saham dan reksadana saham ini tentu Anda sudah bisa menentukan mana yang harus dipilih. Jika ada pertanyaan apa pilihan untuk pemula lebih baik saham atau reksadana? Tentu saja reksadana saham, alasannya karena modal yang dibutuhkan minim. Sambil Anda belajar mengenai investasi saham. 

 

Apabila modal untuk investasi saham langsung sudah terkumpul baru Anda bisa mulai berinvestasi. Terapkan semua analisis yang biasa Anda dapatkan dari Manajer Investasi dan terus belajar serta menerapkan strategi investasi saham agar keuntungan tetap optimal. 

 


Bagikan  
  107
0  Komentar

Beri Komentar & Nilai Artikel ini.

Email anda tidak akan ditampilkan

   Hubungi Kami