Detail Info Terkini

Definisi Capital Loss dan Cara Menghindarinya 

09 Juli 2022 | Kategori : Keuangan

Untung rugi itu adalah suatu hal yang biasa. Sama halnya dengan berinvestasi, di mana capital loss adalah risiko keuangan yang bisa saja terjadi. Hanya saja, yang menjadi tantangan adalah bagaimana cara pengelolaannya supaya tidak terlalu berdampak serius.

 

Terjadinya risiko kerugian modal, sangat umum dijumpai para pemegang saham maupun investor. Jadi sebelum memutuskan untuk berinvestasi, calon investor haruslah memahami terlebih dahulu mengenai apa itu kerugian modal.

 

Juga, bagaimana cara menghindarinya. Sehingga nantinya, calon investor mampu melakukan berbagai cara antisipasi risiko yang mungkin dialami.

 

Definisi Capital Loss

 

Capital loss adalah suatu kerugian yang dialami investor akibat terjadinya penurunan nilai pada aset. Apabila investor melakukan penjualan atas aset investasinya dengan harga yang lebih rendah dibandingkan saat pembelian, ini berarti investor mengalami kerugian modal. 

 

Penurunan nilai atas aset ini penyebabnya beragam. Seringkali ada beberapa faktor, seperti berikut. 

 

  1. Kerusakan fisik pada aset
  2. Adanya inovasi teknologi lain yang muncul menggantikan aset 
  3. Perubahan hukum
  4. Kenaikan suku bunga pasar
  5. Penurunan nilai pasar
  6. Kinerja ekonomi yang cukup buruk
  7. Potensi aset yang berstatus sebagai bagian dari restrukturisasi 

 

Beberapa faktor inilah yang seringkali menjadi penyebab terjadi penurunan nilai aset atau kerugian modal.  

 

Cara Menghindari Risiko Terjadinya Capital Loss

 

Ketika siap berinvestasi, maka investor jarus siap pula untuk menerima segala risiko yang ada. Hal ini sesuai dengan prinsip ekonomi yaitu high risk, high return. Untuk menghindari kerugian yang mungkin terjadi, beberapa hal ini bisa dilakukan investor. 

 

1. Lebih Selektif Dalam Memilih Jenis Investasi yang Sesuai

 

Ketika berinvestasi, seringkali investor akan dihadapkan dengan beragam jenis instrumen. Oleh karenanya, investor haruslah bersikap lebih selektif dan cerdas dalam memilih jenis investasi yang tepat. 

 

Terdapat investasi yang memiliki risiko rendah sampai tinggi. Semisal instrumen saham. Pilihan ini cenderung memiliki risiko tinggi, namun juga menjanjikan keuntungan yang tinggi bagi investor. 

 

Pernyataan ini  sama seperti prinsip ekonomi. Maka dari itu, dalam memilih jenis investasi, sebaiknya investor mengumpulkan lebih banyak informasi terkait. 

 

Seperti halnya informasi mengenai jenis investasi yang saat ini sedang berkembang dan memiliki banyak peminat. Dan jika Anda tertarik untuk memulai investasi, penting untuk selalu melihat kondisi perusahaan. 

 

Cari tahu bagaimana laporan keuangan perusahaan hingga potensi prospek bisnis ke depannya. Cara ini akan memudahkan Anda dalam mengambil keputusan yang tepat atas pilihan perusahaan mana yang sahamnya akan Anda beli.

 

2. Mempelajari Isu Seputar Investasi

 

Dalam dunia investasi, seringkali beredar isu tentang investasi. Tak jarang, aktivitas ini hanya bersifat ajakan-ajakan yang belum jelas prospeknya dan justru mendorong investor untuk segera berinvestasi. Padahal, melakukan investasi secara terburu-buru justru akan meningkatkan potensi terjadinya kerugian. 

 

Lebih baik bila Anda mencari tahu bagaimana kredibilitas perusahaan. Jangan hanya tergiur dengan iming-iming keuntungan tinggi yang malah berujung pada investasi bodong atau penipuan mengatasnamakan investasi.

 

3. Menentukan Batas Stop Loss

 

Batas stop loss merupakan batasan atas kerugian yang siap diterima oleh investor dalam berinvestasi Penting bagi investor untuk melakukannya. Pasalnya, potensi kerugian pasti akan selalu menyertai di dalam setiap aktivitas investasi. 

 

Misalkan saja Anda menentukan batas stop loss maksimalnya adalah 5%. Ini berarti, bila Anda mengalami kerugian pada persentase angka tersebut, kondisi ini merupakan angka batas kerugian yang mampu Anda tolerir. 

 

Jika terjadi demikian, maka Anda bisa segera untuk menjual aset guna menghindari risiko kerugian yang lebih besar nantinya. 

 

Ingat, bahwa tidak ada seorang pun yang ingin merasakan kerugian modal atau capital loss. Namun berbekal tips di atas, setidaknya Anda bisa lebih baik lagi dalam mengelola manajemen risiko guna menghindari terjadinya kerugian modal.


Bagikan  
  93
0  Komentar

Beri Komentar & Nilai Artikel ini.

Email anda tidak akan ditampilkan

   Hubungi Kami