Detail Info Terkini

Indocement (INTP) Sudah Mendapat Pasokan Batubara dengan Harga Miring

18 Juli 2022 | Kategori : Keuangan

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indocement Antonius Marcos mengatakan, pihaknya telah berhasil mendapatkan beberapa kesepakatan batubara dengan harga yang lebih baik. Walaupun memang harga yang didapatkan masih berada di atas harga kebijakan domestic market obligation (DMO).

Marocs tak merinci seberapa banyak batubara yang berhasil didapatkan. Namun yang pasti, sampai dengan saat ini INTP masih terus berupaya untuk mendapatkan harga beli batubara dengan harga yang mendekati harga DMO. 

Asal tahu, kenaikan harga batubara turut membebani kinerja INTP. Sepanjang tiga bulan pertama 2022, konstituen Indeks Kompas100 ini membukukan laba bersih senilai Rp 182,55 miliar.

Jumlah ini menyusut 48,04% dibandingkan dengan laba bersih di periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 351,58 miliar. Alhasil, laba per saham dasar INTP menyusut menjadi Rp 51,59  dari sebelumnya Rp 95,43.

Meski demikian, INTP berhasil mengangkat kinerja top line-nya. INTP membukukan pendapatan senilai Rp 3,55 triliun sepanjang kuartal pertama 2022.  Realisasi ini masih naik 3,4% dari pendapatan periode yang sama tahun lalu.

Jika diakumulasikan sejak awal tahun sampai Mei 2022, total volume penjualan INTP mengalami penurunan. INTP tercatat menjual hampir 6 juta ton semen. Angka ini lebih rendah 3,22% dari pencapaian penjualan di periode yang sama tahun lalu  yang mencapai 6,2 juta ton.

Terkait dengan harga jual, meski telah mendapat batubara dengan harga yang lebih baik,  kenaikan harga jual yang telah terjadi tentunya tidak serta merta dapat diturunkan. Karena sebenarnya kenaikan harga saat ini pun belum benar-benar mencerminkan kenaikan ongkos produksi Indocement.

Memasuki semester kedua tahun ini, Indocement cukup optimistis terhadap pasar semen. Marcos  melihat pasar semen akan lebih baik dari semester pertama, dimana situasi pandemi covid-19 sudah jauh lebih membaik. 

Mulai bergeraknya proyek-proyek infrastruktur pemerintah seperti pembangunan ibu kota negara (IKN) juga menggairahkan permintaan semen. Ditambah lagi proyek-proyek properti swasta yang terus menggeliat.


Bagikan  
  98
0  Komentar

Beri Komentar & Nilai Artikel ini.

Email anda tidak akan ditampilkan

   Hubungi Kami