Detail Info Terkini

3 Rasio Fundamental Saham yang Wajib Diperhatikan

19 Juli 2022 | Kategori : Keuangan

Bagi para investor, memahami rasio fundamental saham sangat penting untuk dilakukan sebelum membeli ataupun menjual aset saham. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi perusahaan yang akan Anda beli aset sahamnya dan dijadikan sebagai investasi jangka panjang.

 

Tidak hanya itu, memahami rasio fundamental saham juga akan membuat Anda lebih mudah mengetahui kondisi dasar suatu perusahaan. Kondisi tersebut meliputi kondisi keuangan yang diketahui melalui analisis kuantitatif dan kondisi non keuangan yang bisa diketahui dari analisis kualitatif. 

 

Pada umumnya, harga saham yang dimiliki pihak emiten bisa diprediksi dengan menganalisis data keuangan yang dimiliki oleh perusahan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara memahami setiap laporan keuangan perusahaan selama periode tertentu untuk memastikan pergerakan harga saham dan laba yang didapatkan.

 

Jenis Rasio Fundamental Saham yang Perlu Diketahui sebelum Investasi

 

Ada beberapa jenis rasio fundamental saham yang perlu Anda ketahui sebelum memulai investasi. Yuk, simak ulasan berikut ini secara lengkap untuk mengetahui apa saja jenis rasio fundamental penting dalam investasi saham.

 

1. Debt to Equity Ratio (DER)

 

Jenis rasio fundamental saham pertama disebut sebagai DER dengan kepanjangan Debt to Equity Ratio. Rasio ini berkaitan dengan jumlah hutang sekaligus kewajiban yang perlu dibayarkan oleh perusahaan dari nilai bersih modal yang dimiliki.

 

Anda bisa mengetahui jumlah rasio DER dengan menggunakan rumus sederhana untuk menemukan jumlah DER. DER = Hutang (Total Kewajiban) : Modal Sendiri (Kekayaan Bersih Perusahaan).

 

Setelah menemukan jumlah DER dari rumus di atas, Anda bisa menyimpulkan jika saham perusahaan tersebut cocok atau tidak digunakan untuk investasi. Jika nilai DER menunjukkan nilai < 1 artinya perusahaan memiliki hutang lebih sedikit dari jumlah modal sendiri. Sedangkan nilai > 1 menunjukkan risiko keuangan yang lebih besar.

 

2. Divident Yield (DY)

 

Jenis rasio fundamental untuk investasi saham yaitu Divident Yield (DY). Rasio jenis ini menggambarkan jumlah dan seberapa besar pembagian dividen yang akan dibagikan oleh perusahaan pada pemilik saham.

 

Anda bisa menemukan nilai rasio DY menggunakan rumus DY yang tersedia. DY = Dividen untuk Saham Perlembar : Harga Saham di Pasar. Setelah itu, pilih rasio fundamental dengan nilai tertentu untuk mendapatkan aset saham yang menguntungkan. 

 

Tips yang tepat dalam penggunaan rumus DY yaitu memilih nilai rasio DY yang cukup besar. Karena hal tersebut mengindikasikan jika perusahaan tersebut memiliki kestabilan dalam pendapatan laba bersih. Sehingga investor banyak disarankan memilih aset saham dengan nilai rasio DY minimal 3%.

 

3. Return on Equity (ROE)

 

Jenis rasio fundamental ketiga disebut dengan ROE (Return on Equity). Nilai rasio ROE yang Anda dapatkan menggambarkan perolehan laba bersih yang telah dibukukan oleh pihak emiten dibandingkan total kekayaan yang dimiliki perusahaan.

 

Sebagaimana jenis rasio lainnya, Anda juga bisa dengan mudah mengetahui nilai ROE dengan menggunakan rumus sederhana. ROE = Laba Bersih : Kekayaan Bersih Perusahaan. 

 

Tips yang bisa Anda gunakan untuk membeli ataupun menjual aset saham yaitu dengan memilih pihak emiten dengan nilai ROE yang meningkat ataupun cukup stabil. Bahkan, nilai ROE yang direkomendasikan untuk para investor yaitu dengan jumlah minimal 10%.

 

Bagaimana, mudah bukan beberapa rasio fundamental yang perlu Anda ketahui sebelum melakukan transaksi jual beli saham? Demikian ulasan singkat mengenai rasio fundamental saham, semoga bermanfaat.


Bagikan  
  103
0  Komentar

Beri Komentar & Nilai Artikel ini.

Email anda tidak akan ditampilkan

   Hubungi Kami