Detail Info Terkini

Cara Menyikapi Bearish Saham bagi Investor Pemula

24 Juli 2022 | Kategori : Saham

Indeks saham yang cenderung turun atau bearish saham kerap menimbulkan kecemasan dan kepanikan di antara investor baru. Hal ini berbanding terbalik ketika terjadi bearish yaitu harga saham yang cenderung naik. 

 

Di antara bullish vs bearish investor sering salah langkah ketika terjadi bearish. Harga yang turun membuat Anda menjual saham terburu-buru dengan tujuan cut loss, namun langkah ini belum tentu benar lho. Bagaimana investor sebaiknya menyikapi bearish, cek di sini. 

 

4 Sikap Investor Mengadapi Bearish Saham

 

Syarat terjadinya bearish dan bullish bisa bermacam-macam seperti pertumbuhan ekonomi yang baik atau justru lebih lambat. Bisa juga karena angka pengangguran yang meningkat. Hal-hal seperti ini bisa dicermati oleh investor sehingga mudah mengambil sikap ketika terjadi bearish khususnya. 

 

Anda yang masih pemula mungkin merasa bingung dengan adanya bearish trend. Cara menghadapinya sebenarnya tidak terlalu sulit yaitu sebagai berikut:

 

1. Bersikap Tenang dan Mengatur Mood 

 

Cara yang pertama adalah untuk tidak panik, Anda harus bersikap tenang terutama jika nilai investasinya cukup tinggi. Sikap ini dibutuhkan supaya tidak sembarangan membeli saham, mengingat penawaran harga rendah banyak. 

 

Selain bersikap tenang Anda juga perlu mengatur mood karena ini akan mengganggu pengambilan keputusan yang tepat. Bad mood karena melihat harga turun atau karena masalah lainnya wajib dihindari. 

 

Perbaiki mood Anda terlebih dahulu baru mengambil keputusan untuk menjual atau membeli saham. Karena saat mood baik Anda cenderung bisa berpikir lebih jernih dan membaca peluang dengan tepat. 

 

2. Melakukan Diversifikasi sejak Awal 

 

Selain tenang, Anda juga harus menerapkan diversifikasi. Strategi ini akan meminimalisir risiko yang kerap muncul saat investasi. Jika salah satu mengalami bearish saham portofolio lainnya yang tidak terkena dampak bisa membantu. 

 

Anda pun tidak akan mengalami kerugian yang terlalu besar karena sudah menerapkan diversifikasi. Jika saat ini Anda masih bergantung pada satu portofolio saja sebaiknya bagi menjadi beberapa aset yang lebih aman. 

 

3. Menerapkan Short Term Trading 

 

Selain diversifikasi, short term tading juga bisa menjadi penyelamat di kala genting. Strategi ini adalah membeli saham yang harganya tinggi kemudian menjualnya dengan harga yang lebih tinggi lagi. Anda tidak perlu menerapkan buy and hold dalam hal ini.  

 

Anda bisa menjadi pemegang saham yang tinggi dalam waktu singkat dan return yang diperoleh pun langsung. Bisa dibilang strategi ini bisa mendatangkan easy money bagi Anda. Namun tetap perhatikan dari yang dijelaskan pada nomor satu yaitu mood

 

Pastikan Anda sudah memiliki mood yang baik ketika berencana membeli saham dnegan harga tinggi. Pasalnya ada uang yang jumlahnya lebih besar dipertaruhkan. 

 

4. Menjauhi Trading Sementara

 

Hal berikutnya adalah Anda bisa menjauhi trading sementara waktu. Apabila Anda merasa tidak berani mengambil langkah short term trading, maka berhenti sementara jadi solusinya. 

 

Anda bisa menjauhi market pada saat bearish saham terjadi. Artinya Anda tidak mengambil langkah apapun baik membeli atau menjual. Baru setelah terjadi market bullish Anda bisa mulai mengatur portofolio ulang. 

 

Cara yang keempat ini kebanyakan dilakukan oleh investor pemula. Sebagian besar waktu pun akan diarahkan untuk mencari pengetahuan tentang trading yang lebih lanjut. 

 

Selama bearish Anda harus memiliki kontrol terhadap diri dengan baik. Bearish yang menghasilkan harga tidak stabil ini memang cukup mengkhawatirkan. Anda bisa kembali mengingat tujuan investasi sehingga bisa menghentikan kerugian. Teruslah mempelajari strategi yang bisa diterapkan saat terjadi bearish


Bagikan  
  41
0  Komentar

Beri Komentar & Nilai Artikel ini.

Email anda tidak akan ditampilkan

   Hubungi Kami