Detail Info Terkini

Macam-Macam Strategi dalam Membeli Saham yang Bisa Anda Gunakan

10 Mei 2022 | Kategori : Saham

Sebaiknya beli saham saat naik dan turun? Pertanyaan ini sangat umum di kalangan investor pemula. Strategi dalam membeli saham pun harus diketahui sejak awal agar tidak salah dalam berinvestasi. Khususnya para pemula yang sedang menjajaki dunia investasi saham pertama kali. 

Semua strategi yang diterapkan biasanya dipengaruhi oleh profil resiko, gaya investasi dan juga keyakinan dari si investor. Setiap orang akan berbeda strateginya, namun tidak ada salahnya jika Anda mengetahuinya. Karena bisa jadi salah satu strategi ini sesuai dengan keyakinan Anda. 

5 Strategi dalam Membeli Saham agar Untung 

Strategi investasi saham adalah langkah untuk meminimalisir resiko kerugian. al yang termasuk di dalamnya adalah mengetahui kapan harus membeli, berapa dana yang harus diinvestasikan sampai pemilihan broker. Semua akan dikupas dalam kelima strategi berikut ini:

1. Value Investing 

Strategi dalam membeli saham yang pertama ini berfokus pada pembelian saham yang bernilai. Strategi ini pertama kali diterapkan pada tahun 1934 oleh Ben Graham. Memusatkan pada pembelian saham yang harganya rendah dan wajar namun diyakini dapat meningkat setelah jangka panjang. 

Tujuannya adalah ketika peningkatan terjadi maka investor akan mendapatkan keuntungan lebih. Resiko dari strategi ini cukup tinggi karena Anda harus pandai dalam memprediksi saham yang kinerjanya baik di masa depan. 

2. Growth Investing 

Hampir mirip dengan value investing, hanya saja harga saham awal yang diincar tidak undervalue. Selama saham tersebut memiliki potensi peningkatan yang cukup tinggi di masa depan maka investor dapat membelinya. Jadi meskipun harganya tapi investor percaya bahwa kenaikan dapat terjadi maka tidak menjadi masalah. 

Khusus strategi ini, Anda perlu mempelajari soal fundamental saham. Bisa dengan mengecek laporan keuangan dan histori pergerakannya. Strategi ini tepat jika Anda memiliki rencana keuangan jangka panjang. 

3. Menabung Saham 

Materi strategi investasi saham yang satu ni mengadopsi strategi dollar cost averaging. Intinya adalah melakukan kegiatan pembelian saham sedikit demi sedikit secara rutin. Investor tidak perlu memperhatikan pergerakan sehingga pas dipilih oleh para pemula. 

Biasanya saham yang kerap dibeli adalah saham blue chip atau sudah terdaftar dalam LQ45. Modal yang diperlukan juga tidak besar karena konsep mencicil atau menabung yang diterapkan. Strategi ini juga cocok diterapkan untuk investasi jangka panjang. 

4. Trading Saham

Strategi dalam membeli saham yang cukup berbeda adalah trading. Sesuai dengan istilahnya, investor akan bekerja sebagai pedagang dengan melakukan jual beli saham di jangka pendek. Keuntungan yang diperoleh juga jangka pendek bahkan hanya 15 menit saja dengan waktu terlama adalah satu minggu. 

Investor akan disebut sebagai trader yang wajib memperhatikan kondisi pasar serta sentimen, bukan kondisi fundamental. Biasanya akan dilakukan analisa teknikal terlebih dahulu sebelum melakukan jual beli. 

5. Income Investing 

Terakhir adalah strategi yang bertujuan untuk memperoleh pendapatan dengan rutin melalui dividen. Pada strategi ini investor wajib meluangkan waktu untuk mempelajari soal saham perusahan yang kerap memberikan dividen. Oleh karena itulah hasilnya adalah investasi jangka panjang. 

Tidak seperti strategi trading yang fokus pada capital gain. Investor justru akan mendapatkan penghasilan rutin dan bisa juga menjualnya kembali apabila dividen sudah diterima. 

Perlu diingat bahwa semua strategi dalam membeli saham ini hanya akan meminimalisir risiko. Anda bisa memilih mana strategi yang profil risikonya sesuai dengan gaya investasi atau kebutuhan. Anda pun akan berhasil mendapatkan keuntungan dari strategi ini. 


Bagikan  
  35
0  Komentar

Beri Komentar & Nilai Artikel ini.

Email anda tidak akan ditampilkan

   Hubungi Kami