Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Beberapa hal menarik mengenai INDF yang layak di pertimbangkan untuk program “Yuk Nabung Saham” di akhir tahun 2017 dan di “cairkan” tahun depan 2018:

  1. Secara Statistik, 7 tahun terakhir, sejak akhir tahun 2010 dari pergerakan Harga (Price Action); jika kita membeli INDF di akhir tahun, (saya ambil data sekitar 27-29 Desember), jadi menjelang bursa tutup tahun, dan kita hold sampai Maret tahun berikutnya, minimum potensial profit adalah 11% dengan probabilitas 100% selama 7 tahun terakhir. (Lihat Figure 1) Apakah Maret 2018 bisa terulang kembali kenaikan di atas 11% dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun? Kita lihat poin berikutnya.
  2. Penjualan 9M 2016 (Penjualan 9 Bulan: Jan s/d Sept 2016) vs 9M 2017, Penjualan Netto naik dari 49.865.934 juta menjadi 53.120.225 juta (naik 6.52%), laba bersih naik dari 4.099.756 juta menjadi 4.315.400 juta (5.26%) di 9M 2017. Kenaikan memang tipis, tetapi dengan ukuran sebesar INDF dan dukungan kuat anak perusahaan seperti ICBP, SIMP dan juga dari Divisi Distribusi dan Tepung Bogasari (Figure 2); pertumbuhan INDF masuk dalam kategori Slow (Lambat), Solid (Kokoh) and Stable (Stabil)
  3. Dengan Dividen Payout Ratio sebesar 49.7% dan Dividen Yield terakhir sebesar 3%, emiten ini masih cukup menarik.
  4. Secara Analisa Teknikal Mingguan dari Weekly Chartnya (figure 3), kenaikan 3 Minggu terakhir masih cukup bagus setelah beberapa minggu sebelumnya berturut-turut turun dari 8500 ke 7275. Trading Range saat ini di 7500-8300, 8300-9000.

Figure 1: Statistik kenaikan INDF Beli di akhir penutupan tahun dan jual Tahun depan sekitar bulan Maret.

Figure 2: Kontribusi Segmen Bisnis INDF 9M16 vs 9M17

Figure 3: Weekly Chart INDF