Rekomendasi Untuk 31 Jan 2018

  1. Hari ini IHSG terkoreksi cukup dalam -1.57%, apakah masih wajar? Saya memandang koreksi hari ini masih WAJAR dengan pertimbangan sebagai berikut;  PERTAMA, bahwa Bulan Desember 2017, IHSG +6.78% dan Year To Date (2 Jan 2018 – 29 Jan 2018) sudah naik +4.9%, jadi dalam dua bulan terakhir IHSG sudah naik 11.71%. Tanggal 30 Jan 2018, IHSG terkoreksi -1.57% masih cukup wajar. KEDUA, bisa saja karena Sentimen Bursa Regional Nikkei225, Hang Seng, Shanghai, Seoul Comp, Taiwan Wei yang turun cukup dalam juga (Figure 1). KETIGA, data-data ekonomi terakhir juga masih cukup Bagus, laporan keuangan Full Year 2017 yang keluar masih belum banyak, tetapi rata-rata cukup baik. KEEMPAT, bukan karena Fenomena Alam Blue Blood Moon 2018. Jadi ada baiknya kita tetap Fokus kepada saham-saham yang ada di Portfolio kita dan Trading atau Investing Plan yang sudah ada.

    Figure 1: Sumber: PT MiraeAsset Sekuritas HOTS 3.0 Menu 0019 World Market Data 30 Jan 2018
  2. Hari ini IHSG dan Semua Sembilan Sektornya terkoreksi (lihat Figure 2). Koreksi terbatas ada di sektor BASIC-IND dan Koreksi terdalam ada di sektor MISC-IND, untuk daftar saham dalam sektornya bisa di lihat di http://www.sahamprofit.co.id/jasica/

    Figure 2: Closing IHSG dan Sektoralnya 30 Jan 2018
  3. BJTM: Laporan Keuangan 2017 sudah keluar, Pendapatan Bunga Bersih 2016 di bandingkan 2017, naik dari Rp. 3.458.006 juta ke Rp. 3.484.912 juta (naik tipis 0.77%). Laba Bersih 2016 di bandingkan 2017, naik dari Rp. 1.028.216 juta ke Rp. 1.159.370 juta (naik 12.76%). Hari ini sahamnya mulai naik kembali, seperti yang sudah di bahas sebelum nya di Yuk Nabung Saham : BJTM saham ini memang layak baik untuk Menabung, Trading dan Investasi. Rekomendasi: Hold, dengan Target Price terdekat 840, 920 dan 1025
  4. Banyak saham yang sudah di bahas di Rekomendasi untuk tanggal 29 Jan 2018 dan 30 Jan 2018. Tinggal perhatikan Trading Rangenya.
  5. Satu saham yang menurut saya paling menarik adalah TLKM. Saham ini sejak 2 Jan sampai 30 Jan 2018, Nett Sell Asing terbesar nomor 1 sebesar Rp. 1.8 T. Pendapatan 9M 2017 sebesar Rp, 97 Triluin; naik 12.55% di bandingkan 9M 2016 dan Laba bersih 9M 2017 sebesar Rp, 26 Triliun; naik 17.34% di bandingkan 9M 2016. Year to Date. Harga sahamnya turun -10.58%, menurut saya ini adalah peluang baik untuk Buy / Buy Back. Trading Range TLKM: 4000-4300, 4300-4500, 4500-4800.
  6. Beberapa emiten yang masih menarik untuk Buy On Weakness, ASII, BBTN, BBRI, BBCA, BMRI, BBNI, ICBP, KLBF (1600-1700, 1700-1800), SCMA, ERAA, INTP, SMGR, WSKT, WIKA, PTPP, TOTL, SMRA, dan PWON.